Chapter 5 : Missing you
Aku pernah sangat mengagumi seseorang dari kakak seniorku. Kami hanya bertemu sesekali di kampus. Tapi dia mentorku dan teman-teman satu tim di Nalfisosrata. Selama ia menjadi mentor untuk kami aku bisa berjuta kali menatapnya. Tidak terhitung berapa ratus menit aku habiskan untuk mencuri pandang padanya. Ia begitu manis dengan kulitnya yang gelap dan kuakui tidak mulus. Dikatakan tampan itu pun tidak sama sekali. Ia sangat suka mencairkan suasana dengan menggoda 'Pak Dekan Jr' ketika kami sedang duduk melingkar. Aku selalu kebagaian bersebrangan persis denganya. Hal itu memudahkan aku untuk menatapnya. Tapi entahlah, tidak ada yang menyadari aku memendam rasa.